Senin, 29 Februari 2016

RAHASIA DI BALIK AIR MATA DALAM AL-QUR'AN DAN HADIS

Rahasia dibalik air mata dalam Alquran dan Hadis


Kini hati telah membeku, mata telah membatu, jiwa telah menjadi resah, perasaan menjadi bingung tak menentu, firasat juga telah menghilang, dan hubungan juga telah terputus. Tidak ada lagi rasa aman, tidak ada lagi kepercayaan, tidak ada lagi kasih sayang, dan tidak ada lagi ketenangan. Setiap orang dengan bahasa lisan maupun perilakunya mengatakan, "Aku akan mementingkan diriku!". Hingga semua orang pergi pagi dan pulang malam tak tentu arah. Mereka melakukan itu semata-mata untuk memenuhi keinginan syahwat, kenikmatan dunia, harta, sibuk dengan pekerjaan, urusan anak, dan tenggelam dalam rutinitas profesi.

Padahal, Allah Swt yang telah menjadikan sebagian bebatuan dapat memancarkan sumber air ke sungai-sungai lantaran patuh dan takut pada-Nya. Allah Swt berfirman sebagai berikut:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً

وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ

وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ

وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ

"Kemudian sesudah itu, hati kamu juga menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada mengalirkan sungai-sungai. Diantaranya juga ada yang terbelah lalu keluarlah mata air darinya. Dan sungguh diantaranya ada yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah" (QS Al-Baqarah [2]: 74)

Ada juga batu-batu yang bersujud pada Allah Swt lantaran cinta dan tunduk pada-Nya. Ada juga diantara sungai-sungai dan lautan yang tidak pernah membangkang perintah Allah sebagai perwujudan kepatuhan dan pengagungan pada Allah Swt.

Semua ayat itu hendak menyindir manusia bahwa benda padat saja bisa mengeluarkan air mata, bagaimana bisa mata manusia yang bukan benda padat tidak bisa mengeluarkan air mata. Allah Swt berfirman sebagai berikut:

فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Tertawalah sedikit dan menangis banyak, sebagi pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan," (QS At-Taubah [9]: 82)

Menurut Ibnu Sirin, "Allah membuat tertawa dan membuat menangis. Hanya saja bila berlebihan dan terus terusan tertawa hingga yang bersangkutan melampaui batas, tertawa seperti itulah yang dilarang. Tertawa yang seperti itu merupakan kelakuan orang-orang bodoh"

Dalam sebuah hadis dinyatakan, "Banyak tertawa dapat menyebabkan matinya hati." Menangis lantaran takut karena Allah, siksa Allah dan pedihnya siksa, disebut menangis yang terpuji. Pada saat melakukan ketaatan, maka yang tumbuh adalah keikhlasan lalu ia menangis lantaran takut dan penuh harap.

Perbedaan antara tangisan sedih dan tangisan takut adalah bahwa tangisan sedih terjadi karena adanya sesuatu yang tidak menyenangkan yang terjadi pada masa lalu atau kehilangan sesuatu yang dicintai, sementara tangisan takut terjadi lantaran memikirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Perbedaan antara tangisan bahagis dan tangisan sedih adalah air mata tangisan bahagia itu dingin dan hatinya meluap gembira, sementara air mata tangisan sedih adalah panas dan hatinya dilingkupi rasa sedih.

Yazid bin Maisarah mengatakan, "Tangisan itu terbagi menjadi tujuh: (1) tangisan karena bahagia, (2) tangisan karena sedih, (3) tangisan karena kaget, (4) tangisan riya, (5) tangisan karena sakit, (6) tangisan syukur, (7) tangisan karena takut kepada Allah Swt. Dan tangisan yang terakhir inilah yang bisa memadamkan api neraka.

- Ensiklopedia Mukjizat AL-Qur'an dan Hadis -
(Kemukjizatan Penciptaan Manusia)

Masih banyak sekali artikel lain yang sangat menarik dan layak Anda ketahui. Mau tahu ???


Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Rp. 4.000.000,- menjadi Rp. 3.400.000,-. Bonus mushaf tahsin senilai Rp. 150.000,-

Pemesanan : 
BAIQ AMALIA/081804216119 (Wa)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar